Posted by: semaittek | March 21, 2008

Geologi dan Petrologi

Geomorfologi

dsc00547.jpg

 

 

Berdasarkan bentuk permukaan, kemiringan lereng, pola aliran sungai dan bentuk lembahnya, maka G.Marapi dikelompokan menjadi beberapa satuan morfologi, yaitu :

1. Satuan Morfologi Perbukitan Tua

Menempati bagian baratdaya, selatan dan timurlaut. Di bagian baratdaya, selatan antara lain meliputi daerah-daerah sekitar Bt. Pagu-pagu, Bt. Tilabung, Bt. Padang Setumpak, Bt. Jarat, Bt. Lesungbatu, Bt. Pituangin dan Rambatan. Sedangkan di bagian timurlaut meliputi daerah-daerah sekitar Bt. Cintomanis, Bt. Tandikit, Bt. Sidayu, Bt. Patupang, Bt. Selo dan Bt. Gadang. Dicirikan oleh bentuk perbukitan yang mempunyai relief kasar dan tidak merata, dengan garis ketinggian berkisar antara 700-1400 diatas permukaan laut.

 

Sebagian sungai-sungai yang terletak di bagian baratdaya satuan ini, memperlihatkan lembah yang dalam dan terjal, membentuk pola aliran dendrito-pararel. Secara genetika satuan morfologi di daerah ini dibentuk oleh batuan mega-sedimen, batugamping, lava, piroklastik dan lahar.

Di bagian selatan terdapat kerucut Bt.Pituanging yang mempunyai relief kasar dengan lereng yang terjal. Secara genetika satuan ini dibentuk aliran lava dan jatuhan piroklastik dengan tingkat pelapukan yang tinggi.

 

Dibagian timurlaut umumnya merupakan perbukitan yang terbentuk hasil intrusi batuan granit, dengan lereng-lerengnya yang terjal. Sungai-sungai memperlihatkan bentuk lembah yang curam dan dalam, membentuk pola aliran dendritik.

Pada umumnya satuan ini merupakan hutan belukar, terutama bagian baratdaya dan timurlaut, tetapi secara setempat-setempat daerah ini telah dikembangkan sebagai daerah pertanian, perkebunan, lading dan pemukiman penduduk.

2. Satuan Morfologi Kerucut Merapi

Berdasarkan bentuk permukaan, kemiringan lereng, pola aliran sungai dan bentuk lembanya, maka satuan ini dapat dikelompokan menjadi beberapa satuan morfologi, yaitu :

a. Satuan morfologi puncak dan kawah

Merupakan bekas daerah kawah maupun kawah yang masih aktif. Pada umumnya dicirikan oleh bentuk bentang alam yang terjal serta sebagian besar tanpa vegetasi, terletak pada garis ketinggian antara 2500-2891 m diatas permukaan laut. Bagian tertinggi dan tertua dari satuan ini adalah puncak G.Merapi. Batuan pembentuk umumnya berupa lava yang sebagian telah ditutupi jatuhan piroklastik.

b. Satuan morfologi lereng

Umumnya meliputi daerah yang mempunyai garis ketinggian antara 1200-2400 m diatas permukaan laut. Dicirikan oleh bentuk permukaan yang terjal dengan kemiringan lereng berkisar antara 40° – 80°.

c. Satuan morfologi lereng dan kaki

Mempunyai garis ketinggian sekitar 1000-1200 m diatas permukaan laut. Dicirikan oleh bentuk relief yang halus, dengan kemiringan lereng kurang dari 20°, tetapi secara setempat-setempat pada tebing lembah alur sungai kemiringannya ada pula yang lebih besar dari 60°.

Sebagian besar daerah ini merupakan daerah yang sudah dikembangkan sebagai daerah pertanian, perkebunan, lading dan pemukiman penduduk.

d. Satuan morfologi dataran

Mempunyai garis ketinggian sekitar 650-850 m diatas permukaan laut, dicirikan oleh bentuk relief yang halus, dengan kemiringan lereng kurang dari 10°. Satuan batuan yang membentuk morfologi ini umumnya adalah berupa endapan piroklastik dan lahar. Sebagian besar daerah ini merupakan daerah yang sudah dikembangkan sebagai daerah pertanian dan pemukiman penduduk.

Geologi dan Petrologi

Geologi

Dari hasil penyelidikan geologi gunungapi yang dikompilasikan dengan hasil analisa foto udara, maka dapat diuraikan urut-urutan satuan batuan dari yang tertua hingga termuda adalah sebagai berikut:

1. Satuan Batuan Tua (Tms)

Merupakan satuan batuan yang tertua yang dibentuk oleh batuan metasedimen dan telah mengalami pensesaran oleh sesar besar Sumatera. Penyebarannya terdapat di bagian timurlaut, baratdaya dan selatan. Litologinya terdiri dari lava basaltic, berwarna abu-abu tua sampai abu-abu kehijauan dan batupasir meta (kuarsit) berwarna kemerahan.

2. Satuan Endapan Vulkanik Non Merapi (Nmv)

Satuan batuan ini merupakan hasil endapan dari G.Singgalang dan erupsi kaldera Maninjau.Satuan batuan yang tersebar di bagian baratlaut dan utara merupakan endapan hasil erupsi kaldera Maninjau, berupa tufa batuapung. Umumnya terdiri dari serabut-serabut gelas dan fragmen batuapung, berwarna putih, agak kompak, setempat-setempat terdapat lapisan batupasir yang kaya akan kuarsa.

3. Jatuhan Piroklastik 1 Marapi (Majp.1)

Satuan batuan ini diperkirakan merupakan batuan tertua hasil G.Marapi, yang tersebar di bagian timur sampai ke tenggara. Secara umum cirri-ciri endapan ini berwarna kuning kecoklatan sampai coklat, terdapat lapisan lapili dominan pumice dengan ketebalan lk. 40 cm dan lapisan abu banyak mengandung mineral pirit.

4. Jatuhan Piroklastik 1 Sikumpar (Skjp.1)

Secara umum litologinya berwarna coklat kekuningan, ukuran butir lapili, dominan litik, terdapat pumice (batuapung). Satuan ini membentuk morfologi tersendiri berupa sisa kerucut eksentrik, dimana sebagian dari tubuhnya terhancurkan oleh letusan. Secara stratigrafi posisi satuan ini menutupi satuan jatuhan piroklastik 1 Marapi (Majp. 1).

5. Lava 1 Marapi (Mal.1)

Litologinya berupa lava andesitik berwarna abu-abu pada bagian yang segar dan abu-abu kehitaman pada bagian yang agak lapuk.

6. Lava 2 Marapi (Mal.2)

Litologinya berupa lava andesitik berwarna abu-abu kehitaman, agak lapuk, vesikuler pada bagian permukaan, sedangkan pada bagian yang segar berwarna abu-abu, tekstur porfiritik, terdapat mineral, pirit dan feldspar.

7. Lava 3 Marapi (Mal.3)

Litologinya berupa lava berwarna abu-abu kehitaman pada bagian yang lapuk dan abu-abu muda pada yang segar, berkomposisi andesitik, tekstur afanitik-porfiritik dengan fenokris plagioklas, dan piroksen, masadasar mikrolit plagioklas dan gelas vulkanik.

8. Lava 4 Marapi (Mal. 4)

Litologinya berupa lava berwarna abu-abu pada bagian yang segar dan abu-abu keputihan pada bagian yang lapuk, berkomposisi andesitik, tekstur afanitik-porfiritik, fenokris plagioklas, gelas dan piroksen (sedikit) dengan masadasar mikrolit plagioklas dan gelas vulkanik, memperlihatkan struktur “sheeting joint”.

9. Lava 5 Marapi (Mal.5)

Litologinya berupa lava berwarna abu-abu berkomposisi andesitik, tekstur afanitik, tersusun dari gelas, plagioklas dan klorit.

10. Lava 6 Marapi (Mal. 6)

Litologi berupa lava berkomposisi andesitik, berwarna abu-abu, bertekstur afanitik, terdiri dari plagioklas, gelas dan piroksen.

11. Lava 7 Marapi (Mal.7)

Litologinya berupa lava berkomposisi andesitik, berwarna abu-abu, tekstur porfiritik, fenokris plagioklas, gelas dan piroksen (sedikit), dengan masadasar gelas vulkanik.

12. Guguran Puing Marapi (Magp)

Litologinya berwarna coklat kehitaman dengan komponen lava andesitik-basaltik, diameter antara 5-40 cm, menyudut-menyudut tanggung, kemas terbuka, terpilah buruk dan masadasar pasir.

13. Lahar 1 Marapi (Lh.1)

Secara umum litologinya berwarna coklat kemerahan/kehitaman, komponennya dominan litik/batuan beku, berukuran kerikil-bongkah, membulat hingga membulat tanggung, terpilah buruk, matriknya abu-pasir, kompak.

14. Jatuhan Piroklastik 2 Marapi (Majp.2)

Secara umum litologinya berwarna coklat kekuningan, terdapat lapisan agak keras dominan pumice, ukuran lapili dengan ketebalan antara 20-30 cm.

15. Jatuhan Piroklastik 3 Marapi (Majp.3)

Litologinya berupa aliran piroklastik, berwarna abu-abu kecoklatan, banyak litik, pumice, scoria, matrik berupa pasir kasar, komponennya berukuran lapili hingga bongkah dengan diameter antara 1-40 cm, bentuknya menyudut hingga menyudut tanggung.

16. Jatuhan piroklastik 5 Marapi (Majp.5)

Litologinya berwarna coklat kehitaman dominan abu agak lapuk, mengandung pumice ukuran lapili terdapat “accretionary lapilli”.

17. Aliran Piroklastik 1 Sibakaljawi (Sjap.1)

Lapisan atas litologinya berwarna coklat keputihan, komponennya dominan litik, terdapat pumice, scoria dengan ukuran lapili-bongkah, padu, amtrik abu-pasir, kemas terbuka, terpilah buruk, menyudut-menyudut tanggung.

Lapisan bawah litologinya berwarna coklat-jingga, komponennya terdiri dari litik, scoria dan pumice. Secara umum ukuran komponennya lebih halus dibandingkan lapisan bagian atas.

18. Lava 1 Sibakjawi (Sj.1)

Litologinya berwarna abu-abu kehitaman, tekstur afanitik terdiri dari plagioklas, gelas dan piroksen.

19. Aliran Piroklastik 2 Sibakaljawi (Sjap.2)

Litologinya berwarna coklat kehitaman, fragmennya dominan litik dengan komposisi andesitik-basaltik, mengandung pumice, obsidian, ukuran 0,5-20cm, agak padu, menyudut-menyudut tanggung, masadasar pasir halus sampai sedang berwarna coklat kekuningan.

20. Lahar 3 Marapi (Lh.3)

Litologinya berwarna coklat-coklat kehitaman, terkonsolidasi, komponen terdiri dari lava andesitik-basaltik dengan diameter antara 0,5-10 cm, membulat-membulat tanggung, terpilah buruk, kemas tertutup dengan masadasar batupasir dan kadang-kadang terdapat bongkah lava.

21. Jatuhan Piroklastik Parapati (Pajp.)

Secara umum batuan piroklastik ini berwarna coklat, dominan abu, agak lapuk, terdapat lapisan lapili dominan pumice, scoria dan litik berwarna coklat kekuningan dengan ketebalan antara 20-30 cm.

22. Aliran Piroklastik Parapati (Paap)

Secara umum satuan ini berwarna coklat kemerahan, dominan scoria dan pumice dengan ukuran lapili atau berdiameter 1-7 cm, mengandung litik, terpilah buruk, amtriknya abu.

23. Lava 1 Parapati (Pal.1)

Secara umum berkomposisi andesitik-basaltik, berwarna abu-abu kehitaman, massif, afanitik.

24. Lava 2 Parapati (Pal.2)

Secara umum berkomposisi andesitik-basaltik, berwarna abu-abu kehitaman pada yang segar, sedang pada yang lapuk berwarna abu-abu kecoklatan sampai kemerahan, tekstur porfiritik, fenokris plagioklas, gelas, dan piroksen, massif.

25. Lahar 4 Marapi (Lh.4)

Mempunyai ciri-ciri berwarna kuning kecoklatan pada yang lapuk dan abu-abu kekuningan pada warna yang relatif segar.

26. Jatuhan Piroklastik Kayutanduk (Ktjp)

Litologinya secara umum berwarna abu-abu kehitaman, memperlihatkan perlapisan yang baik, perseligan antara batupasir dengan lapili, dominan litik setempat-setempat komponen lava (“bomb seg”) dengan diameter antara 10-75 cm, menyudut –menyudut tanggung.

27. Lava 1 Gantung (Gal.1)

Satuan ini berkomposisi andesitik-basaltik, tekstur porfiritik dengan fenokris plagioklas dan piroksen dalam masadasar mikrolit plagioklas dan gelas vulkanik, masif.

28. Jatuhan Piroklastik 1 Gantung (Gajp.1)

Lapisan atas berwarna coklat, agak lapuk dan abu berwarna coklat keputihan, makin kebawah makin kasar, mengandung litik, scoria dan pumice. Pada bagian tengah berwarna abu-abu kecoklatan tebalnya 60 cm, laminasi, selang-seling pasir halus dan kasar. Sedang lapisan paling bawah berwarna coklat-coklat keabuan, agak keras, pumice dan scorianya tersebar.

29. Lava 2 Gantung (Gal.2)

Secara megaskopis lava tersebut berwarna abu-abu kehitaman, berkomposisi basaltic, masif, banyak mengandung lubang gas (vesikuler)

30. Jatuhan Piroklastik 2 gantung (Gal.2)

Secara umum satuan ini berwarna coklat kehitaman dan telah lapuk, dominan abu, pasir, benyak mengandung gelas dan mineral hitam.

31. Jatuhan Piroklastik 3 Gantung (Gal.3)

Umumnya berwarna abu-abu kehitaman dengan komposisi andesitik-basaltik, banyak mengandung xenolit berkomposisi andesitik, ukura antara 1-20 cm.


32. Endapan Kolovial (Kol)

Batuan penyusunnya terdiri dari fragmen-fragmen yang berkomposisi andesitik – basaltic dan scoria yang berukuran kerikil-bongkah, dengan matrik pasiran dan Lumpur.

 


Responses

  1. semoga sema ittek makin eksis.

  2. Numpan9 lewat dulur..

  3. untuk semua mahasiswa ITTEK semoga sukses danmenjadi yang terbaik buat BOJONEGORO.KEY>BooooooooOOOOOOOOOOOsssssssZZzz

  4. horas………….bos…………salam buat keluarga besar
    ITTEK Bojonegoro.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: